|
Suara burung perkutut yang baik haruslah memenuhi lima kategori, yakni : Suara depan (angkatan), Suara tengah (ketukan), Suara ujung (tengkung), Irama (lagu) dan air suara (latar / kualitas suara). Yang paling penting dalam hal ini adalah kita harus bisa atau mengerti hitungan (jumlah) ketukannya (step).
Adapun ketukan (tutukan) adalah jumlah suku kata yang bisa kita dengar pada waktu burung perkutut berbunyi. Beberapa contoh tipe suara serta cara mengetahui jumlah step, bisa disimak di bawah ini :
Klaukhetekkoong4 step atau bisa disebut jalan engkel 1234
klaukhetektekkoong5 step atau bisa disebut satu setengah 12345
klaukhetekkhetekkoong6 step yang biasa disebut double ketek 123456
TIPE SUARA
I. Suara depan atau angkatan :
Hoor, Hoo, Koor, Euo, Eung ...........
sering disebut suara depan yang datar atau ndorong.
Klaauu, Kwaauu, Haauu, Kliiuu, Aauu .......... disebut ngangkat / membat / narik
II. Suara tengah atau ke-tek :
khe - tek (engkel) satu kata terdiri dari 2 ketukan
khe - tek - ke / khe - tek - tek (sari ke-tek) 1,5 kata terdiri 3 ketukan
khe - tek - khe - tek (double) 2 suku kata
khe - tek - khe - tek - khe (double plus / sari double) 2,5 suku kata
khe - tek - khe - tek - khe - tek (triple terdiri dari 3 suku kata)
III. Suara ujung atau kung :
kok, khuk, koo, khoo ......... ujung arum / basah
koong, khooong, khuuung ........ ujung ngayun / nggandul
kwooong, klieuuung, twooong ........ ujung mengalun (payung)
Paduan dari adanya suara depan, tengah, ujung tersebut akan dapat kita dengar sebuah rama burung perkutut. Tentu saja harus ditunjang dengan kualitas suara yang bagus pula.
Untuk menghasilkan suara yang benar benar sempurna sesuai dengan harapan kita sebagai pencinta burung perkutut. Selain juga memenuhi kriteria penilaian konkurs yang terdiri dari 5 unsur suara. kriteria dimana untuk setiap 1 kreteria harus memenuhi 3 kreteria yang lebih detail.
KRITERIA PENILAIAN
Berikut adalah ke 15 kriteria suara burung perkutut sebagai dasar untuk memahami sejauh mana kualitas suara seekor perkutut. Selain itu juga mengenai aturan penilaian konkurs serta penentuan nominasi.
A. KRITERIA SUARA BURUNG PERKUTUT
I. Kriteria Suara Depan (Angkatan)
Membat
Panjang
Bersih
II. Kriteria Suara Tengah
Senggang
Jelas
Jangkep
III. Kriteria Suara Ujung (Kung)
Panjang
Berbobot
Bergema
IV. Kriteria Irama
Keserasian antara suara depan, tengah, ujung
Nyekok / alunan / improvisasi / khas / logat
Adanya spasi jarak (koma) anatara depan, tengah dan tengkung
Adanya interval jarak : Fase dari bunyi ke bunyi berikutnya
V. Kriteria Air Suara / Dasar Suara / Kwalitas Suara
Bersih atau Kristal
Kering atau Cowong
Tebal / Berbobot / Ngisi
B. PERATURAN PENILAIAN
Peraturan yang diberlakukan untuk melakukan penilaian konkurs burung perkutut
adalah sebagai berikut :
Kriteria :
Angkatan : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin
Tengah : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin
Ujing : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin
Irama : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin
Kualitas : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin
Jumlah : 15 kriteria x 3 poin = 45 poin
Bisa ditarik kesimpulan bahwa nilai tertinggi (sempurna) untuk suara burung perkutut adalah 45 poin (memenuhi semua kriteria).
C. PERATURAN PENENTUAN NOMINASI
Pada waktu pelaksanaan konkurs burung perkutut, tentunya akan ada beberapa ekor burung perkutut peserta yang dianggap oleh tim penilai mempunyai suara yang mendekati suara sempurna (sesuai dengan kriteria yang ada).
Untuk menentukan urutan nominasi tersebut, bisa dilihat dari poin tertinggi yang diperoleh burung perkutut, minimal 2 babak dalam 4 babak penilaian konkurs. atau dengan kata lain nominasi diambil dari 2 nilai tertinggi dari 4 babak.
( Sumber : Fauna No. 017-2000 )
Bendera Penilaian
Berdasarkan hasil kongres Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) tahun 1994 dikeluarkan tata cara penilaian dalam konkurs yang saat ini masih dipakai dalam penilaian pada konkurs kelas Senior maupun Junior.
Pemberian bendera tanda bunyi berbentuk segitiga atau persegi panjang sebagai pertanda burung mendapatkan nilai 40/41. Pada setiap babak bendera ini berbeda warna dan disisakan setiap pergantian babak. Penilaian diberikan apabila 6 kali berbunyi secara berturut-turut.
Koncer satu warna (umumnya untuk membedakan dengan tanda bunyi, bendera di dobelkan seperti dua warna tetapi warna sama). Nilai diberikan 42 s.d. 42,5. Penilaian diberikan apabila berbunyi 6 kali berturut turut dan memenihi kriteria penilaian lima unsur suara yang dinilai.
Koncer dua warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 43. Penilaian diberikan apabila berikutnya 8 kali berbunyi secara berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara yang dinilai.
Koncer tiga warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 43,5. Penilaian diberikan apabila berikutnya 8 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas.Penilaian oleh juri penilai setelah mendapatkan persetujuan dari koordinator juri.
Koncer empat warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 44 apabila berikutnya 8 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas.Penilaian oleh juri penilai setelah mendapatkan persetujuan dari koordinator juri.
Koncer lima warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 44,5 apabila berikutnya 10 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas. Penilaian oleh juri penilai setelah mendapat persetujuan oleh seorang koordinator juri dan ketua juri (dewan juri).
Koncer lima warna dengan bola pimpong di atasnya (variasi warna tidak masalah). Nilai sempurna 45. Diberikan apabila berikutnya berbunyi 10 kali berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas. Penilaian oleh juri penilai setelah mendapat persetujuan dari seorang koordinator juri dan ketua juri (dewan juri).
Perkutut yang gacor bukan berarti bisa mendapat nilai maksimal, karena yang dinilai dalah harmonisasi kelima unsur suara : suara depan, suara tengah, suara ujung, irama dan air suara sehingga menghasilkan anggungan yang lengkap, enak didengar, suara tengah jelas ketukannya satu-satu dan tegas bertenaga, tidak tergesa-gesa antara interval satu suara ke suara berikutnya, stabil tanpa adanya penurunan kualitas dan kedengaran dari jarak jauh (tembus) baik yang bervolume besar maupun kristal tidak masalah.
Sumber Majalah FAUNA
|